Tragis! Balita 4 Tahun Ini Tewas Di Tangan Ayah Kandung Hanya Karena Lakukan Kesalahan Yang Tak Disengaja.

Sungguh malang nasib Abdul Mufid (4), bocah laki-laki warga Desa Timbuseng, Kecamatan Pattalasang, Gowa ini tewas di tangan ayah kandungnya sendiri, Hasan Basri (29). Hasan tega menghabisi nyawa anaknya sendiri lantaran Mufid tak sengaja mengencingi celananya.

Awalnya, Hasan mengaku jika sebelumnya ia mengajak Mufid jalan-jalan dengan menggunakan sepeda motor ke Pantai Losari hingga sore hari. Saat dijalan pulang, Hasan tak sengaja menginjak rem secara mendadak. Hal itu membuat tubuh kecil Mufid terlempar ke trotoar dengan posisi kepala menghadap ke trotoar, sehingga muncul lebam-lebam di wajah Mufid.

 Ketika tiba di rumah, bocah tersebut langsung mengalami kenaikan suhu tubuh, tubuh lebab dan matanya naik keatas. Korban lalu dilarikan ke Puskesmas Pattaalasang kemudian dirujuk ke RSUD Syekh Yusuf namun nyawanya tidak terselamatkan. Mufid meninggal pada Sabtu (05/05) malam.

Loading...

Rupanya, kasus tersebut sampai di telinga kepolisian. Setelah mendengar keterangan dari Hasan, petugas kepolisian melihat ada sesuatu yang janggal. Hingga terungkap sebuah fakta yang mencengangkan, bahwa sebenarnya Mufid meninggal karena dianiyaya oleh Hasan, ayah kandung korban.

“Keterangan ayah korban yang katanya jatuh dari motor karena rem mendadak tidak kita percaya 100 persen, jadi kita bawa ke mako,” ujar Kapolres Gowa AKBP Shinto Silitonga.

Menurut keterangan, Hasan menganiaya anaknya lantaran merasa kesal karena Mufid ngompol dan mengenai celana Hasan.

"Korban mengompol dan mengenai celana bapaknya, Hasan Basri (29). Itu motiv yang didapatkan sementara sesuai pengakuan pelaku (Hasan Basri)," kata Dicky selaku Kepala Bidang Humas Polda Sulsel, Kombes Pol, melansir liputan6.com, Minggu (6/5/2018).

Sejak awal, polisi curiga bahwa Mufid meninggal bukan karena terjatuh. Polisi menemukan banyak luka lebam di sekujur tubuh Mufid, yang akhirnya di ketahui luka-luka itu akibat dari perlakuan kasar Hasan.

"Secara kasat mata terdapat banyak luka lebam pada sekujur tubuh korban dan pelaku akhirnya mengakui telah mencubit korban berkali-kali dan mengigit pipi korban sebelumnya karena mengompol dan mengenai celana pelaku," ungkap Dicky

 Hingga Minggu (06/05) kemarin, jasad korban berada di RS Bbayangkara Makassar untuk dilakukan otopsi.

"Selain menunggu hasil otopsi dan olah TKP, penyidik juga sedang memeriksa para saksi-saksi dan mengecek urine serta memeriksa intensif pelaku," pungkas Dicky.

Sumber: im4j1ner.com

Loading...

Leave a Comment