Tetangga Ungkapkan Pelaku Bom Di Polrestabes Surabaya Punya Kebiasaan Misterius Selepas Maghrib. Ini Yang Mereka Lakukan.

Belum mereda trauma akibat bom di 3 Gereja di Surabaya dan Rusun Wonocolo, Sidoarjo, ledakan bom bunuh diri kembali meledak di markas besar Polrestabes Surabaya. Sama seperti sebelumnya, pelakunya adalah satu keluarga.

Dikutip dari Tribunjatim.com mereka antara lain:

1. Kepala Keluarga, Tri Murtiono, Surabaya, 04-06-68. 
2. Istri, Tri Ernawati, Surabaya, 10-12-75
3. Anak, MDA, Surabaya, 16-12-99
4. Anak, MDS, Sidoarjo, 31-05-2003
5. Anak, AAP, Surabaya, 06-08-2010  

Diantara kelima pelaku, tercatat 4 orang tewas ditempat, sedangkan satu orang anak pelaku berinisial AAP, selamat meski sempat terlempar sejauh 3 meter akibat ledakan.

Aksi para pelaku ini sempat terekam kamera CCTV yang ada di Polrestabes Surabaya. Dalam video tersebut terlihat dua motor mencoba menerobos masuk kawasan Polrestabes Surabaya, namun, masih sempat dihadang oleh seorang petugas kepolisian. 

Pada saat itulah pelaku langsung meledakkan bom yang dibawanya. Dari video terlihat AAP, anak bungsu pelaku, tiba-tiba bangkit setelah terlempar akibat ledakan bom dari ayahnya. Mengetahui hal itu salah seorang petugas kepolisian langsung lari menyelamatkan AAP.

Loading...
"Untuk saat ini anak pelaku sedang dirawat intensif di RS Bhayangkara," kata Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Frans Barung Mangera di Media Center Polda Jatim.

Keluarga pelaku aksi bom bunuh diri rupanya tinggal di Jalan Tambak Medokan Ayu VI, Surabaya. Tri Murtiono merupakan pengusaha teralis besi yang baru empat bulan tinggal di lingkungan tersebut.

Menurut Suwito, Ketua RT/RW 08/02, Tri Murtiono tertutup, meski sempat sesekali ikut kegiatan warga, seperti siskamling.

"Orangnya biasa aja, kesehariannya interaksi juga kurang, jadi tertutup," ungkap Suwito pada TribunJatim.com, Selasa (15/5/2018).

Keluarga itu juga disebutkan kerap pergi keluar setelah maghrib dan tak ada yang tahu kapan pulangnya.

"Setahu saya mereka justru keluar. Setelah magrib keluar dan gak tahu pulangnya kapan," ucap Suwito.

Suwito juga menjelaskan jika Tri Murtiono sangat jarang menerima tamu di rumahnya, atau sekedar mengadakan perkumpulan. Ia juga mengungkapkan jika ternyata selama ini rumah yang ditempati Tri Murtiono dan keluarganya merupakan rumah yang dikontraknya via online seharga Rp. 32 Juta.

"Ngontrak dua tahun seharga Rp 32 juta tapi baru dibayar sekitar Rp 16 sampai 20 juta." ungkap Suwito.

Menurut keterangan, Tim datasemen khusus (Densus 88) berencana melakukan penggeledahan di rumah tersebut hari ini, Selasa (15/5/2018).



Sumber: Tribun-video.com



Loading...

Leave a Comment