Ternyata Malaikat Maut Memandangi Wajah Kita 70 Kali Dalam Sehari. Benarkah?

Kematian adalah hal yang pasti akan datang menjemput, namun, manusia tak pernah tahu kapan, dimana dan bagaimana kematian akan menjemput.

Hal yang tak pernah kita sadari pula, ternyata malaikat Izrail atau malaikat maut selalu berada di sekitar kita setiap hari. Dia selalu memandangi wajah manusia sebanyak 70 kali dalam sehari.

Seandainya manusia sadar hakikat tersebut, niscaya dia tidak akan lupa untuk mengingat mati. Tetapi oleh karena malaikat maut adalah makhluk gaib, manusia tidak melihat kehadirannya, sebab itu manusia tidak menyadari apa yang dilakukan oleh Malaikatul maut.

Loading...

Jika dihitung secara matematis, 1 hari=24 jam=1440 menit. 1440 menit/70 kali malaikat melihat kita=20.571 menit, itu berarti Sang pencabut nyawa menziarahi kita setiap 21 menit. Benarkah demikian?

Hal itu tercantum dalam hadist Rosulullah shallallahu ‘alaihi wasallam yang diriwayatkan oleh Abdullah bin Abbas, bahwa Rasulullah bersabda:

إِنَّ مَلَكَ الْمَوْتِ لَيَنْظُرُ فِي وُجُوهِ الْعِبَادِ كُلَّ يَوْمٍ سَبْعِينَ نَظْرَةً، فَإِذَا ضَحِكَ الْعَبْدُ بَعَثَ إِلَيْهِ يَقُولُ: يَا عَجَبَاهُ بُعِثْتُ إِلَيْهِ لأَقْبِضَ رُوحَهُ وَهُوَ يَضْحَكُ

“Sesungguhnya malaikat maut benar-benar melihat pada wajah-wajah para hamba setiap hari 70 kali. Apabila seorang hamba tertawa, maka ia akan mengutus dan berkata, ‘Betapa mengherankannya. Aku diutus kepadanya untuk mencabut nyawanya, sedangkan ia malah tertawa’.”

Riwayat tersebut rupanya terdapat dalam kumpulan hadits-hadits palsu di kitab Tanzih asy-Syariah al-Marfu’ah ‘an al-Akhbar asy-Syani’ah al-Maudhu’ah (2/375) yang disusun oleh Ali bin Muhamad al-Kinani.

Sehingga dapat dipastikan jika hadist tersebut dhaif dan tidak bisa diterapkan, kecuali jika penyampaiannya juga disertai penjelasan jika hadits tersebut adalah hadist dhaif.

Sesungguhnya, para ulama kita sudah memberikan batasan dan syarat yang ketat jika kita ingin menggunakan Hadits yang Dhaif (lemah) sebagai landasan dalam beribadah.

Namun, mengenai tindakan mengingat kematian sendiri merupakan perbuatan terpuji dan di benarkan. Hal ini agar setiap manusia, terutama umat muslim selalu ingat jika ajal dapat menjemput kapan saja, sehingga kita akan selalu berusaha menyiapkan bekal untuk akhirat sebaik mungkin.

Beberapa hadist Rosulullah juga menyebutkan beberapa keutamaan mengingat kematian. Bahkan salah satunya menyebutkan jika manusia yang paling cerdas adalah manusia yang selalu mengingat kematian.

Ibnu Umar radhiyallaahu ‘anhuma berkata, “Suatu hari aku duduk bersama Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam, tiba-tiba datang seorang lelaki dari kalangan Anshar, kemudian ia mengucapkan salam kepada Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam dan bertanya, ‘Wahai Rasulullah, siapakah orang mukmin yang paling utama?’ Rasulullah menjawab, ‘Yang paling baik akhlaqnya’. Kemudian ia bertanya lagi, ‘Siapakah orang mukmin yang paling cerdas?’. Beliau menjawab, ‘Yang paling banyak mengingat mati, kemudian yang paling baik dalam mempersiapkan kematian tersebut, itulah orang yang paling cerdas.’' (HR. Ibnu Majah, Thabrani, dan Al Haitsamiy. Syaikh Al Albaniy dalam Shahih Ibnu Majah 2/419 berkata : hadits hasan)

Begitu penting ternyata mengingat kematian kita. Meskipun, entah benar atau tidak jika malaikat maut selalu mengitari kita setiap hari. Namun, yang paling penting untuk kita ingat adalah bahwa kematian tak kenal kata permisi saat menjemput kita. Semoga kita semua tergolong kaum yang meninggal dengan khusnul khatimah. Amin.

 

Sumber:Darunnajah.com

Loading...

Leave a Comment