Terlihat menyembuhkan, 5 obat ini justru bikin "Mr.P" tertidur lelap

Pria mana yang ingin kejantanannya tertidur lelap, terutama di saat ini sangat dibutuhkan. Stres, kecemasan, kegelisahan, dan kadar testosteron rendah telah lama dikaitkan dengan disfungsi ereksi, salah satu gangguan kesehatan reproduksi yang menyerang pria.

Tetapi, apakah kamu tahu bahwa obat-obatan tertentu dapat memengaruhi kemampuan Mr.P untuk bekerja dengan efektif. Tentu saja, kamu tak menginginkan ini, bukan? Nah, untuk menghindari hal tersebut terjadi, kamu perlu mengetahui beberapa jenis obat yang memicu terjadinya disfungsi ereksi, seperti yang dilansir melalui thehealthsite berikut ini.

1. Obat kolesterol

Statin adalah obat yang digunakan untuk menurunkan kadar kolesterol? Apakah kamu mengonsumsinya? Kamu harus sedikit berhati-hati karena obat ini tak hanya menurunkan kadar kolesterol. Obat ini juga menurunkan kadar testosteron sehingga jangan heran jika Mr.P sulit untuk bangun (ereksi).

2. Obat tekanan darah

Ini adalah jenis obat yang diresepkan untuk membantu kamu mengontrol tekanan darah. Sayanya, salah satu kelemahan obat ini adalah memiliki efek samping menyebabkan kamu mengalami disfungsi ereksi. Obat ini mengurangi tingkat oksida nitrat pada prostat dan otot polos penis. Kondisi inilah yang bisa memicu kamu mengalami disfungsi ereksi.

3. Obat anti-depresan

Obat ini akan diresepkan untuk mengurangi depresi, gangguan kecemasan, gangguan makan, sakit kronis dan kram menstruasi yang parah. Sayangnya, obat ini mengandung serotonin-uptake inhibitor yang bisa menyebabkan penis kamu tertidur lelap meskipun kamu membutuhkannya untuk bangun.

4. Obat anti-psikotik

Obat ini biasanya digunakan untuk mengobati skizofrenia, gangguan bipolar dan gangguan kesehatan mental lainnya. Meskipun ampuh mengusir gangguan kesehatan mental, obat ini memengaruhi kinerja kejantananmu. Obat anti-psikotik memiliki efek negatif pada reseptor tertentu. Reseptor yang dimaksud seperti reseptor histamin, reseptor dopamin, reseptor chlolinergic dan adrenergik reseptor alpha yang telah berbaris dengan giat untuk disfungsi ereksi.

5. Obat antikonvulsan

Ini adalah jenis obat yang biasanya diresepkan untuk mengobati epilepsi dan terkadang juga untuk mengatasi nyeri kronis dan migrain. Hanya saja obat ini telah dikaitkan dengan penurunan kadar androgen yang mengarah pada penurunan libido. Tentu saja ini kabar buruk bagi malam romantis kamu bersama pasangan.

Nah, mulai sekarang kamu harus lebih berhati-hati dalam mengonsumsi obat. Cara paling ampuh untuk menjaga diri dari efek samping obat adalah dengan menerapkan pola hidup sehat. Dengan begitu kamu akan terhindar dari sakit dan tak perlu minum obat, bukan?



Leave a Comment