Tak Diizinkan Bawa Motor Ke Sekolah, Gadis 16 Tahun Nekat Gantung Diri.

Warga Kecamatan Kluet tengah, Kabupaten Aceh Selatan digegerkan dengan tewasnya seorang remaja 16 tahun akibat gantung diri di ventilasi kamarnya.

Dugaan sementara, remaja yang merupakan siswi di kelas XI IPA, di SMAN Kluet Tengah, Desa Kampung Sawah, Kecamatan Kluet Tengah, Aceh Selatan tersebut bunuh diri lantaran marah tak diizinkan membawa motor baru sang ayah untuk berangkat ke sekolah.

Jenazah korban KK (16) pertama kali ditemukan oleh ayah korban, Suhadi (47), pada Senin (12/11) sekitar pukul 05.30 WIB. Suhadi menemukan putrinya telah tewas tergantung dengan kondisi yang mengenaskan.

Loading...

Pagi itu, Suhadi sudah pergi bekerja. Tetapi, perasaannya tidak enak. Dia menduga itu firasat buruk. Lalu, Suhadi pulang lagi. Sampai di rumah, dia melihat lampu di kamar korban yang berada di lantai 2 menyala.

Suhadi lantas berniat mematikan lampu di kamar yang berukuran 4 x 6 meter itu lantaran mengira putrinya sudah berangkat ke sekolah. Begitu naik tangga, dia terperanjat karena sesosok tubuh tergantung di ventilasi kamar KK. Semula sosok dengan rambut awut-awutan itu dikira boneka. Tapi, saat dicermati, ternyata anaknya sendiri.

Saat melakukan bunuh diri KK masih mengenakan seragam sekolahnya. Ia menggantung diri dengan menggunakan kerudung putih miliknya. Saat ditemukan, KK sudah dalam keadaan tewas dengan kondisi mata melotot dan lidahnya terjulur.

Selain itu terdapat lecet merah bekas ikatan kain jilbab di leher KK. Untuk pijakannya berupa kursi plastik warna merah yang sudah ditendang korban.

Menurut Suhadi, awalnya KK sempat meminta ijin padanya untuk membawa motor baru miliknya untuk berangkat ke sekolah. Namun, ia melarangnya lantaran ia menganggap putrinya belum terlalu mahir mengendarai sepeda motor dan juga masih dibawah umur.

KK sempat menangis dan merajuk kepada ayahnya, walaupun begitu KK tetap beraktivitas seperti biasa. Sesudah mandi, dia berdandan dengan mengenakan seragam sekolahnya. Tidak ada yang menyangka, korban urung sekolah, tapi malah mengakhiri hidup dengan cara menggantung diri.

Setelah menemukan jasad putrinya, Suhadi lantas meminta pertolongan para tetangga untuk memotong kain yang mengikat leher korban. Warga berbondong-bondong menuju rumah Suhadi untuk mengevakuasi jasad KK dengan disaksikan sang ibu yang baru pulang dari pasar.

Suhadi dan istrinya begitu terpukul mengetahui putri semata wayangnya nekat mengakhiri hidupnya sendiri. Tak ayal keduanyapun menangis sejadi-jadinya saat mayat KK di turunkan.

Polisi juga langsung terjun ke lokasi kejadian saat itu. Di sana pihak kepolisian mengamankan beberapa alat bukti yaitu kain jilbab putih, seragam sekolah korban, kursi plastik dan satu unit HP Android warna hitam milik korban.

Setelah diselidiki, polisi menemukan sebuah surat yang di tulis dalam konsep HP korban . Tulisan itu berbunyi seperti berikut ini.

” MAAFKAN AQU AYAH IBU, PERIH RSA NYA HATI INI, RASA NYA INGIN AQU BUANG JAUH2 DRI HDUP INI, TPI AQU NGAK BISA, NGAK BISA HTI INI MNAHAN PRIH NYA HATI INI, HANYA ADA SATU CARA UNTK MNGHILANGKAN RASA PERIH INI YAITU MNGHILANG DARI PAMILY, SAMPAI BERTEMU DI SURGA.”

Polisi masih terus melakukan penyelidikan terhadap kasus ini. Dugaan sementara, KK nekat bunuh diri lantaran marah dan kesal karena tak diizinkan membawa motor ke sekolah.

Loading...

Leave a Comment