Salut, Seorang ART Diberangkatkan Umrah Oleh Majikannya Yang Berbeda Agama. Begini Kisahnya.

Meski isu SARA sedang menjadi masalah serius di Indonesia. Ternyata masih ada orang-orang yang masih menjunjung tinggi toleransi.

Seperti halnya seorang pemilik akun Facebook bernama Wine Fallensky. Dalam akunnya, ia mengunggah kisahnya bersama seorang ARTnya yang telah bekerja untuknya selama 24 tahun.

Karena merasa salut atas pengabdian sang ART yang tak disebutkan namnya tersebut, Wine dan keluarganya memutuskan untuk menghadiahi tiket umroh untuk ART yang biasa mereka panggil Sus tersebut.

Loading...

“Beliau adalah seorang pekerja keras, sudah tua dan beberapa kali ingin pensiun, tapi masih harus mengirimkan uang untuk anak cucu karena keluarganya cukup besar. Beliau juga orang yang sangat religius dan sudah lama sekali bermimpi untuk pergi ke Tanah Suci,” tulis Wine, melansir Akurat.com.

Menurut Wine, ARTnya itu telah lama berkeinginan untuk berangkat ke Tanah Suci Mekah. Namun, niatnya tersebut selalu urung lantaran uang yang ia miliki selalu terpakai untuk memenuhi kebutuhan keluarga besarnya di kampung.

“Saya jadi yakin akan menggunakan penghasilan pertama saya untuk memberangkatkan beliau ke Tanah Suci. Adik saya juga setuju. Saya kemudian minta restu dari orangtua saya,” lanjut Wine.

Wine menceritakan, awalnya, sang ART tak langsung percaya saat ia menawarkan tiket untuk umroh. ARTnya tersebut mengira itu hanya candaan Wine semata.

“Sus, coba cari travel buat umroh ya. Secepatnya Sus berangkat,” suruh Wine kepada sang ART.

Kurang lebih hampir seminggu sang ART tak menggubris kata-kata Wine tentang travel umroh. Hingga akhirnya ia mencoba menanyakan lagi apakah Wine benar-benar serius akan memberangkatkannya umroh.

“Beneran ta saya mau diumrohkan?,” tanya Sus polos.

Pertanyaan itu segera mendapat jawaban meyakinkan dari sang majikan.

“Ya, cari dulu saja travel yang baik, biar nggak kena tipu. Kalau bisa yang punya kenalan. Cari yang bagus, yang nggak jauh tempatnya biar nggak capek nanti di sana,” jawab Wine.

Beberapa hari kemudian, Sus membawa brosur yang diberikan oleh keponakannya. Ada paket promo umroh di travel tempat keponakannya bekerja. Majikannya bertanya, ingin ambil paket yang mana. Sus bilang terserah, berangkat saja, buatnya sudah Alhamdulillah.

“Saya langsung ambilkan paket yang PALING LENGKAP! Supaya di sana, beliau tidak terlalu capek, banyak fasilitas, lokasi hotelnya juga tidak jauh. Saya paling ingat saat beliau memeluk saya dengan mata berkaca-kaca. Saya tidak akan pernah lupa,” ungkap Wine haru.

Sang ART tak ayal begitu bahagia mendapat tawaran tersebut. Banyak doa yang terucap dari bibir Sus terkhusus untuk keluarga majikannya, yang meski berbeda keyakinan tapi tetap memberikan hadiah yang cukup luar biasa bagi Sus.

“Saya doakan, kamu sekeluarga banyak rezeki berlimpah-limpah. Nanti di sana kamu saya doakan,” ucap Sus kala itu.

Meski ada sedikit kendala saat pembuatan paspor, akhirnya pada Minggu (11/12) Sus diantar oleh Wine ke bandara untuk berangkat ke Tanah Suci.

Kabar bahagia yang didapat Sus itu rupanya jadi pembicaraan para tetangga di kampungnya. Kebanyakan dari mereka tak percaya jika Sus diberangkatkan umroh oleh majikannya yang beda agama.

“Berkali-kali beliau bercerita pada saya bahwa tetangga-tetangga dan kenalan banyak yang tidak percaya. Banyak yang nyinyir kalau beliau akan pergi umrah. Berangkat, hari ini! Silahkan nyinyir sepuasnya!!! Ini salah satu alasan kenapa saya ambilkan paket yang paling mahal. Biar yang nyinyir itu makin sakit. Orang mau ibadah aja dinyinyirin! Kurang kerjaan!,” tegas Wine.

Melalui unggahannya tersebut Wine berpesan agar warganet yang membaca unggahannya dapat mengambilpelajaran berharga dari kisahnya. Menurutnya, jangan pernah meremehkan suatu profesi. Karena apapun itu jika dikerjakan dengan tulus dan sungguh-sungguh pasti akan berbuah kebahagiaan dan berkat dari Tuhan.

“Teman-teman juga bisa kok bawa kebahagiaan dan menjadi berkat untuk orang-orang sekitar. Mulailah dari hal kecil. Waktu, perhatian, dan kasih sayang yang tulus adalah harta yang tak ternilai, tak dapat dibeli dengan uang,” tulisnya.

Ia juga mengingatkan agar kita selalu bersikap toleransi terhadap sesama dan tak memandang status orang saat akan berbuat baik.

“Ingat… Orang yang setia itu langka. Semoga terinspirasi dan mendorong teman-teman untuk terus berbuat baik dengan tulus tanpa memandang status sosial dan SARA,” tutupnya.

Loading...

Leave a Comment