Pria Di Pandeglang Tega Bacok Ibu Tiri Hingga Tewas Dan Bersembunyi Di Masjid. Ini Alasannya.

Seorang asal Pandeglang tega menghabisi nyawa ibu tirinya dengan membacoknya. Melansir Suara, pembunuhan yang dilakukan Sukani alias Ucup (28) ke Sarpahh terjadi, Senin (12/11) sekitar pukul 02.30 WIB. Setelah membunuh ibu tirinya, UK langsung sembunyi di masjid.

Warga yang mengetahui kejadian itu langsung menangkap pelaku di Mesjid sekitar kediaman korban. Usai diamankan oleh warga selanjutnya pelaku langsung diserahkan pada pihak kepolsian untuk proses lebih lanjut.

“Ibunya yang dibunuh, digorok lehernya, ketahuan setelahnya sama warga, udah gitu dikepung sama warga, ditangkapnya juga di masjid, pelakunya sudah dibawa polisi,” sambungnya.

Loading...

Saat ini, Jenazah sudah dibawa oleh petugas Forensik untuk dilakukan otopsi.

Ini Alasan Anak Bacok Ibu Tirinya hingga Tewas di Pandeglang

Sementara itu, saat ini pelaku ditahan di Polsek Cigeulis. Berdasarkan keterangan petugas, belum dilakukan pemeriksaan terhadap pelaku. Dikarenakan, Ucup mengamuk di dalam sel dan terus-menerus berteriak saat hendak diperiksa.

Kapolres Pandeglang AKBP Indra Lutrianto Amstono mengatakan, setelah membacok ibu tirinya, Saprah, pada Senin (12/11) dini hari pukul 02.00 WIB, pelaku langsung ditangkap satu jam kemudian. Pelaku langsung dibawa ke kantor polsek untuk ditahan dan diperiksa. 

"Tersangka ini belum dilakukan pemeriksaan karena masih mengamuk-ngamuk. Teriak-teriak di dalam sel," kata Indra.

Indra melanjutkan pihaknya akan segera mendatangkan Psikiater untuk memeriksa kondisi kejiwaan pelaku. Meski menurut keterangan beberapa keluarga dan saksi lainnya, pelaku tak pernah mengidap gangguan kejiwaan namun memiliki riwayat epilepsi atau ayan sejak kecil yang sering kambuh.

"Kita nggak tahu dia gangguan jiwa atau tidak. Rencananya, hari ini kita akan kirimkan tim psikiater ke Cigeulis. Apakah nanti tersangka dibawa ke rumah sakit atau bagaimana, nanti kita lihat karena ini terkait faktor keamanan," ujarnya. 

Terkait alasan Ucup menghabisi nyawa ibu tirinya, diduga lantaran ia sangat menentang jika ayahnya menikah lagi. Dari 5 bersaudara, Ucup paling menentang perkawinan bapaknya tersebut dengan korban. 

"Motifnya sakit hari karena bapaknya ini kawin lagi, kawin sama yang dibunuh itu," tambah Indra.

Sebelum membunuh ibu tirinya, pelaku sempat meminta bapaknya mengambil kertas dan pulpen. Tapi hal itu bukan terkait dengan permintaan warisan atau wasiat. Pelaku, menurutnya tiba-tiba saja meminta kertas agar dibuatkan doa oleh bapaknya. 

"Itu hanya modus saja, tiba-tiba malam-malam minta doa kepada bapaknya, karena nggak ada pulpen dan kertas keluar rumah ke warung, pas lagi itu tiba-tiba anaknya pergi meninggalkan (untuk membunuh)," ujar Indra.

Hingga kini kasus pembunuhan ini masih terus diselidiki oleh pihak kepolisian Pandeglang. Total ada 8 saksi yang telah dimintai keterangan.

Loading...

Leave a Comment