Minta "Dihalalin"? Sudah tahu Pemahaman Tentang Pernikahan?

Banyak yang berpikir bahwa menikah, adalah puncak dari suatu hubungan 2 pasangan. Padahal? setelah menikah justru akan menghadapi fase kehidupan baru, dan tentu saja dengan beberapa cobaan baru. Berikut adalah hal yang perlu diketahui tentang pernikahan.

Pernikahan merupakan sesuatu yang begitu dinantikan, ada kalanya pernikahan bukan sebuah solusi untuk menyelesaikan permasalahan antara dua orang yang sedang menjalin kasih. Buat kamu yang sedang berpacaran, atau buatmu yang menginginkan untuk segera dihalalkan pasanganmu, sebaiknya kamu paham dulu hakikat pernikahan yang sebenarnya. Supaya kalian juga tahu, akan ada kehidupan yang lebih sulit pasca pernikahan.

Pacaran vs Menikah

Menikah dengan pacaran sejatinya adalah dua hal yang sama, di mana keduanya merupakan proses pengenalan, dua orang yang menjalani pun juga masih sama. Hanya saja yang membedakan adalah stempel sah dari secara agama dan negara. 

Sebenarnya pacaran sendiri memiliki tujuan sebagai proses mengenal satu sama lain, supaya lebih memantapkan lagi ketika sudah memutuskan menikah.Tapi jaman sudah berubah, pacaran anak jaman sekarang cenderung meniru gaya kebarat-baratan di mana lebih fulgar, bebas dan berani. Untuk itulah menikah dipandang sebagai solusi daripada nantinya menambah dosa karena melakukan hal-hal yang berujung pada fitnah ataupun perbuatan yang melanggar norma-norma agama. 

Menjadi berbeda jika ternyata menikah dianggap sebagai solusi, padahal sebenarnya itu bukanlah solusi yang tepat. Misalnya pada masa penjajakan atau pacaran sering bertengkar, suka selingkuh atau tidak setia, karena faktor orangtua, atau faktor dari luar seperti melihat teman yang sudah menikah, usia, dan lain-lain. 

Banyak yang beranggapan jika dengan menikah semua permasalahan akan teratasi. Padahal tidak ada yang menjamin bahwa kehidupan setelah menikah akan lebih baik. Tidak ada jaminan jika setelah menikah tidak akan lagi terjadi pertengkaran dan konflik, tidak ada jaminan bahwa setelah menikah pasangan akan berubah dari yang kasar menjadi lembut, dari yang tidak setia menjadi setia, dari yang kerap berdusta menjadi lebih baik lagi. 

So, jangan pernah pernah berpikir jika kehidupan setelah menikah akan selalu dipenuhi hal-hal yang manis, terlebih jika saat masih pacaran saja kamu dan pasangan tidak memiliki kualitas hubungan yang demikian. Pernikahan sejatinya sama dengan relationship lain, bedanya ada stempel sah dari negara. 

Kebahagiaan hanya terjadi saat akad nikah 

Puncak kebahagiaan dua orang yang sudah menikah bukanlah terletak pasca menikah, justru hal ini terjadi saat pesta pernikahan berlangsung. Banyaknya ucapan dari teman, keluarga, sahabat maupun orang terdekat menjadikan kebahagiaan tersendiri. 

Setelah menikah kamu dan pasangan akan kembali lagi ke kehidupan nyata. Benarkah demikian? 

Pada kenyataannya, kehidupan pasca menikah jauh lebih sulit jika dibandingkan dengan masa-masa penjajakan atau pacaran. Akan banyak konflik yang menghadang, tentu ini membutuhkan pondasi yang kuat agar berdua bisa melewatinya bersama-sama. Tanpa pondasi hubungan yang baik rasanya mustahil dua orang akan mampu bertahan di tengah konflik kehidupan rumah tangganya. Percayalah, masalah selalu ada dan tidak bisa dihindari. 

Jika kamu dan pasangan menginginkan kebahagiaan setelah menikah, mulailah dengan menjalani hubungan yang baik. Bukan tentang berapa lama kamu sudah menjalani hubungan, namun seberapa kualitas hubungan yang sudah kamu bina. Nyatanya banyak yang mengaku sudah pacaran lama, bertahun-tahun tapi ternyata tidak mengenal bagaimana pasangannya. 

Masalah vs Solusi 

Ada kalanya pernikahan dipandang sebagai suatu solusi dari beragam permasalahan yang dihadapi sewaktu masih melajang atau semasa penjajakan dan pacaran. Namun akan menjadi sebuah permasalahan jika ternyata pernikahan menimbulkan permasalahan baru. 

Membiarkan masalah berlarut-larut tanpa sebuah penyelesaian sangatlah tidak baik. Jika kamu dan pasangan terbiasa membiarkan masalah mereda dengan sendirinya, bersiaplah memiliki tabungan permasalahan yang menumpuk. Dan bukan tidak mungkin tumpukan ini suatu saat akan menerpa kehidupan pernikahanmu. 

So, mulai sekarang belajarlah menyelesaikan permasalahan sekecil apapun, jangan biarkan semua selesai dengan sendirinya. Biasakanlah untuk selalu menggunakan dua kata ajaib maaf dan terima kasih sebagai kunci untuk menyelesaikan permasalahan. 

Keharmonisan dicari atau diciptakan  

Salah besar jika kamu dan pasangan beranggapan jika tujuan kalian menikah adalah untuk mencari keharmonisan hubungan yang saat ini kalian jalani. Seharusnya keharmonisan sudah diciptakan semasa kamu dan pasangan sepakat berkomitmen memulai sebuah hubungan. Sehingga pada saat kalian memutuskan untuk menikah dan menjalani kehidupan setelah menikah, keharmonisan yang sudah kamu miliki dengan pasangan menjadi semakin kuat kuat karena kalian hanya perlu merawat dan memupuknya.

Sumber : http://www.hipwee.com/narasi/untukmu-yang-minta-dihalalkan-pasangan-baca-dulu-pemahaman-tentang-pernikahan/



Tags

Tips

Leave a Comment