Mantan Teroris Ini Ungkapkan Cara Mengajak Anaknya Jadi Teroris Hingga Tak Mungkin Menolak. Ceritanya Bikin Ngeri!

Insiden bom bunuh diri yang terjadi di Surabaya dan Sidoarjo tak henti menjadi sorotan publik. Bagaimana tidak, dalam insiden ini sang teroris tak hanya beraksi sendirian, melainkan turut membawa istri dan anak-anaknya bahkan yang masih di bawah umur.

Bom bunuh diri yang melibatkan 2 keluarga sebagai pelaku tersebut akhirnya menimbulkan banyak pertanyaan dari warga. Bagaimana bisa para teroris ini melibatkan istri dan anak kandungnya sendiri untuk mati bersama dengan meledakkan bom bunuh diri. Bagaimana pula mereka mempengaruhi anak-anaknya yang masih kecil agar mau ikut mati bersama.

Anggota kepolisian bersiap meledakkan bom sisa di Gereja Pantekosta Pusat Surabaya (GPPS) di Jalan A

Loading...

Sofyan Tsauri, seorang mantan teroris yang sempat ditahan 10 tahun ini mengungkapkan cara orang tua mendoktrin anak-anaknya menjadi teroris. Dalam acara Pagi-Pagi Pasti Happy edisi 18 Mei 2018, Sofyan memaparkan bahwa anak-anak itu kemungkinan tidak sadar, namun didoktrin oleh orang tuanya.

Sofyan Tsauri

Sofyan lantas memberikan contoh cara mendoktrin sang anak agar menjadi teroris.

"Saya yakin mereka tak kuasa menolak hal ini. Misalnya begini: 'Nak, mau nggak kamu ikut Abi dan Umi ke surga? Nggak sakit kok. Cuma tinggal pencet tombol ini, maka kita sudah terbang dan kita ke surga," kata Sofyan.

Sofyan yakin dengan cara itu anak akan cepat terbujuk. Pemikiran anak-anak yang masih polos membuat mereka dengan mudah mempercayai ucapan orang tuanya. Dan lagi tentu mereka tak akan menolak pergi ke surga bersama orang tuanya.

Sofyan juga menjelaskan jika sebagian besar pengaruh itu datang dari sang ayah terlebih dahulu, setelah itu ia akan mendoktrin istri kemudian anaknya.

"Pertama seseorang terpapar biasanya melalui ayahnya. Lewat pergaulan ayahnya, lalu dia mengajar kepada istrinya baru anak-anaknya," jelasnya.

Ada pula cara-cara lain yang ternyata dulu pernah dilakukan Sofyan sendiri untuk mendoktrin anaknya menjadi teroris. Dulu ia sering mengajak anak-anaknya untuk menonton film-film jihad hingga menyuruh mereka sering-sering mendengarkan petasan. Alasannya, agar kelak anaknya terbiasa dengan suara ledakan.

Namun, kini Sofyan telah menyadari jika keyakinan dan tindakannya dulu sangat salah dan menyimpang. Selepas dari penjara, Sofyan menyingkirkan semua video-video jihad yang ia miliki.

Sekarang, mantan anggota Brimob Polri ini mulai memperkenalkan Islam yang damai pada anak-anaknya. Sofyan juga selalu mengajak anak-anaknya agar mau berbagi  kepada orang-orang disekitar yang membutuhkan.

Ia juga telah mengajarkan pada anak-anaknya tentang pentingnya toleransi. Kini, kehidupan keluarga Sofyan telah kembali normal, anak-anaknya pun mulai bisa membaur dan bersosialisasi dengan teman-temannya.

 

Sumber: Tribun

Loading...

Leave a Comment