Kata-Kata Inilah Yang Membuat HS Sakit Hati Hingga Membunuh Keluarga Nainggolan di Bekasi.

Terdakwa HS akhirnya mengakui motifnya menghabisi nyawa satu keluarga Nainggolan yang juga kerabatnya lantaran sakit hati atas ucapan korban padanya.

Pelaku mengatakan, Gaban Nainggolan (38) dan istrinya, Maya Boru Ambarita, kerap menyebutnya sebagai orang tak berguna saat mengelola kos-kosan milik suami istri itu.

"Keterangan kita dapat pelaku sakit hati karena korban sekeluarga yang mana pekerjaan (pelaku) mengelola kosan beberapa waktu lalu, saat keluar dari pengelolaan (pelaku) sering dihina, disebut tak berguna oleh para korban," kata Wahyu di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (16/11/2018).

Loading...

Wahyu menambahkan, HS masih memiliki ikatan darah dengan korban yakni  Maya Boru Ambarita, istri dari Gaban Nainggolan.

Keterangan beberapa saksi yang merupakan tetangga korban juga menyebutkan HS kerap menginap di rumah Gaban Nainggolan sejak ia tak lagi bekerja. 

"Masih keluarga, saudara dengan korban yang perempuan. HS sudah tidak bekerja selama tiga bulan. Sebelumnya kerja di PT di Cikarang dan kemudian resign. Dia masih bujang, umur di bawah 30 tahunan," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono.

Penyidik Polda Metro Jaya mengenakan pasal pencurian dan pembunuhan berencana kepada tersangka HS.

"Tindak pidana yang terjadi, yaitu pembunuhan berencana dan pencurian dengan kekerasan mengakibatkan kematian, Pasal 365 KUHP ayat 3, 340 KUHP, dan 338 KUHP dengan ancaman hukuman mati," kata Wahyu.

Pelaku menghabisi nyawa para korban dengan menggunakan linggis yang saat ini masih dicari penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya. Pengakuan Haris, barang bukti itu dibuang di Kalimalang, Bekasi.

"Saat ini dalam pencarian (linggis), pengakuannya dibuang di Kalimalang," ujar Wahyu.

Loading...

Leave a Comment