Kasus Murid Bully Guru Di SMK NU 03 Kendal Libatkan Bupati Kendal Dalam Proses Mediasi.

Kasus pembully-an guru oleh siswa di SMK NU 03 Kaliwungu, Kendal menjadi pembicaraan di berbagai media. Semenjak viralnya video yang merekam aksi tak sopan para siswa tersebut, kasus ini menjadi perhatian nasional.

Meski sebelumnya sang Kepala Sekolah telah memberikan konfirmasi jika aksi tersebut merupakan candaan semata, namun, banyak warga yang mengecam tindakan para siswa yang dinilai melebihi batas wajar dalam bercanda. Terlebih saat bercanda bersama gurunya.

Dalam penyelesaian kasus tersebut, pihak sekolah mengadakan mediasi dengan menghadirkan para wali murid siswa yang terlibat. Proses mediasi tersebut juga dihadiri oleh Bupati Kendal, dr. Mirna Anissa yang datang ke sekolah itu bersama jajaran dinas pendidikan.

Loading...

Lima siswa SMK itu lalu dipanggil, ada juga orangtua menemani para siswa itu. Bupati Mirna lalu menanyakan awal mula peristiwa itu. Seperti dikutip lewat instastory akun instagram @dr.mirnaanissa, siswa itu menceritakan awal mula peristiwa itu.

Suasana pertemuan Bupati Kendal, Siswa SMK 03 NU Kaliwungu Kendal, dan Pak Joko. (Foto:Instagram @dr.mirnaannisa)

Seperti halnya yang telah disampaikan sang kepala sekolah, para siswa mengungkapkan peristiwa tersebut awalnya hanya candaan saling lempar kertas. Saat guru Joko menanyakan siapa yang melempar, sejumlah siswa malah maju dan meledek. Kemarahan guru Joko meledak dan terjadilah insiden seperti pemukulan. Sepatu guru Joko bahkan terlempar karena berusaha menendang para siswa.

Proses mediasi tersebut diwarnai oleh isak tangis para siswa dan juga para wali murid yang datang. Guru Joko baru datang beberapa saat setelah mediasi dimulai. Para siswa kemudian mencium tangan Guru Joko.

Suasana pertemuan Bupati Kendal, Siswa SMK 03 NU Kaliwungu Kendal, dan Pak Joko. (Foto:Instagram @dr.mirnaannisa)

Guru berusia 54 tahun itu kemudian bercerita soal kisah yang ramai di video tersebut. Sama seperti para siswa sampaikan dan juga pihak sekolah, bahwa insiden itu hanya candaan.

Proses mediasi tersebut berakhir dengan para murid dan Guru Joko yang saling meminta maaf terkait masalah yang telah terjadi hingga menjadi pembicaraan publik.

Loading...

Leave a Comment