Ironis, Jadi Korban Tabrak Lari Hingga Penumpang Meninggal, Tukang Becak Ini Malah Dijatuhi 1,5 Penjara.

Sungguh malang nasib Rasilu, seorang tukang becak yang kini menjadi salah satu penghuni Rumah Tahanan (Rutan) Kelas IIA Ambon di kawasan Waiheru, Kecamatan Baguala.

Rasilu dijatuhi hukuman penjara selama kurang lebih 1,5 penjara lantaran dinyatakan bersalah atas semuah insiden maut yang turut mnewaskan salah seorang penumpang becaknya pada 23 September 2018 lalu.

Nyatanya, kejadian naas itu bukanlah akibat dari kelalaiannya saat mengemudikan becaknya. Kejadian itu bermula saat ia hendak mengantarkan seorang penumpangnya bernama Maryam ke Rumah Sakit dr Latumeten Ambon.

Loading...

Ditengah perjalanan, tanpa diduga sebuah mobil melaju dari arah belakang dan langsung menyerempat becak yang ia bawa. Alhasil kecelakaan tak dapat dihindari hingga menyebabkan Maryam meninggal dunia setelah beberapa saat dirawat di rumah sakit seusai kejadian itu.

“Saya kaget saat itu dan langsung mencoba menghindar dari mobil hingga becak terbalik, apalagi saat itu hujan jadi jalan licin. Tapi mobil itu langsung pergi begitu saja,” katanya.

Ironisnya, pasca kejadian tersebut Rasilu ditahan oleh kepolisian setempat. Setelah menjalani serangkaian pemeriksaan dan persidangan, Hakim memvonisnya 1 tahun 6 bulan penjara pada 20 Februari 2019 lalu.

Putusan hakim terhadap Rasilu tentu mengundang tanya banyak publik yang mengikuti kasus tersebut. Banyak yang menyangsikan putusan pengadilan yang menjadikan Rasilu terdakwa. Nyatanya, menurut runtutan kejadian, Rasilu juga merupakan korban tabrak lari mobil yang ngebut itu.

Meski hukuman yang diterima Rasilu di luar dugaan, namun dia tetap berusaha untuk selalu sabar dan ikhlas menjalani takdir kehidupan yang diterimanya.

Menurut Rasilu, dia sama sekali tidak pernah menyangka hakim akan memvonisnya dengan penjara selama 1 tahun 6 bulan.

“Saya pikirnya nanti hukumannya satu atau dua bulan, karena pihak keluarga korban juga sudah mencabut laporan dan membuat surat pernyataan, tapi ternyata tidak, ya ikhlas saja,” katanya.

Rasilu mengatakan, saat ini ia hanya bisa pasrah dan bersabar menerima kenyataan yang dihadapi sambil terus berdoa agar cobaan yang diterima saat ini cepat berlalu. Dia juga berharap agar keluarganya tetap mendoakannya sehingga kelak mereka bisa berkumpul lagi.

“Prinsip saya sabar dan terus sabar, yang penting doa dari keluarga tidak pernah putus, dan itu yang saya harapkan,” katanya.

Rasilu sejatinya merupakan seorang perantau asal Desa Lolibu, Kecamatan Lakudo, Kabupaten Buton Tengah, Sulawesi Tenggara. Ia merantau ke Ambon sejak Juli 2018 dengan harapan mendapat rejeki lebih untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga serta biaya sekolah kelima anaknya.

Selain meninggalkan seorang istri dan lima anaknya, Rasilu juga masih memiliki seorang ibu yang kini telah berusia sekitar 80 tahunan dan sering sakit-sakitan.

Menurut penuturannya, kini sang istri terpaksa ikut banting tulang untuk tetap menghidupi kelima anak mereka serta ibu Rasilu. Tak jarang saat kebutuhan mendesak sedangkan keuangan menipis, istri Rasilu terpaksa berhutang kepada saudara Rasilu.

“Saya minta istri saya untuk meminjam uang untuk beli beras dari kakak saya. Tapi kasihan mereka juga sudah berkeluarga sampai berapa kali mereka harus membantu keluarga saya. Ibu saya juga sudah tua sudah 80 tahun dan dia terus sakit-sakitan,” katanya.

Tak hanya itu, salah satu anak Rasilu juga sempat ingin putus sekolah lantaran ingin membantu sang ibu bekerja untuk membiayai sekolah adik-adiknya. Namun, hal itu langsung dilarang Rasilu dan istrinya. Meski kini ia berada dalam cobaan terberat dalam hidupnya, Rasilu tetap ingin semua anaknya tetap melanjutkan pendidikan dan meraih cita-citanya.

Fakta lain yang berhasil diliput, rupanya keluarga dari Maryam bahkan telah mencabut laporan mereka. Menurut mereka, kematian Maryam bukanlah kesengajaan dari Rasilu, itu merupakan murni musibah yang menimpanya saat itu.

Namun demikian, tuntutan hukum untuk Rasilu tetap dijalankan dan bahkan ia di vonis 1,5 tahun penjara. Kejadian yang menimpa Rasilu merupakan satu dari sekian kasus hukum di Indonesia yang tampak begitu tajam ke bawah namun tumpul ke atas.

Loading...

Leave a Comment