Insiden Drama Kolosal Surabaya Membara Tahun Ini Memakan Banyak Korban. Kelalaian Panitia?

Pagelaran Drama Kolosal Surabaya Membara merupakan acara yang rutin diselenggarakan setiap taun selama 7 tahun terakhir di Tugu Pahlawan. Even akbar ini diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Pahlawan yang jatuh pada tanggal 10  November.

Viaduk rel kereta api di Jalan Pahlawan Surabaya itu selalu menjadi tempat favorit para warga untuk menyaksikan pementasan drama kolosal "Surabaya Membara". Selama itu pula setiap kali pertunjukan drama kolosal Surabaya Membara berlangsung tidak pernah ada kereta api yang melintas.

Karenanya tadi malam, sebelum pertunjukan berlangsung, penggagas drama kolosal Surabaya Membara Taufik "Monyong" Hidayat, melalui pengeras suara mempersilakan warga kota yang sejak pukul 18.00 WIB sudah berdatangan untuk menonton agar mencari tempat senyaman mungkin dari sisi manapun kawasan Jalan Pahlawan Surabaya, termasuk dari atas viaduk.

Loading...

Selama 7 tahun penyelenggaraan, baru kali ini terjadi insiden naas yang memakan banyak korban. Korban meninggal total ada 3 orang satu diantaranya bocah berusia 9 tahun dan 13 diantara korban luka-luka.

Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Surabaya menyelidiki kelalaian panitia penyelenggara pementasan drama kolosal "Surabaya Membara" setelah jatuh sejumlah korban penonton yang menyaksikan dari atas viaduk Jalan Pahlawan, Surabaya.

Hasil penelusuran, rupanya panitia penyelenggara ternyata tidak mengantongi izin dari Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya. Kendati rutin digelar setiap tahunnya, Surabaya Membara bukan bagian dari kegiatan resmi yang digelar pemkot dalam memperingati Hari Pahlawan.

Kabag Humas Kota Surabaya, M Fikser menuturkan, kegiatan ini tidak ada koordinasi dengan pemkot sama sekali. Dari awal, Surabaya Membara bukan kegiatan resmi yang dikoordinasikan dengan pemkot.

“Selama ini mereka tidak pernah melibatkan kami. Pemkot juga tak mengeluarkan izin kegiatan itu,” ujar Fikser, Jumat (9/11/2018) malam.

Meski demikian, Fikser sejatinya mengharapkan adanya koordinasi dari panitia penyelenggara ke pihak Pemkot. Apalagi, Even ini merupakan penyelenggaraan besar yang melibatkan banyak massa.

Selain itu, rupanya pihak panitia penyelenggara tidak ada koordinasi kepada PT. KAI terkait akan diselenggarakannya acara yang berlokasi di sekitar lintasan kereta api di viaduk Jalan Pahlawan Surabaya.

Manajer Humas PT KAI Daop 8 Surabaya, Gatut Sutiyatmoko menganggap insiden berdarah itu terjadi akibat murni kelalaian dari panitia penyelenggara. "Kelalain panitia penyelenggara juga," ungkap Gatut.

Dari pihak panitia kata dia, tidak ada koordinasi sama sekali dengan PT Kereta Api (KAI) Daop 8, apalagi sekadar imbauan terhadap penonton untuk tidak naik ke viaduk di jalur kereta api yang jelas membahayakan keselamatan diri.

"Tidak ada koordinasi dengan KAI dan tidak ada imbauan atau larangan untuk tidak menonton di jembatan viaduk KA dari panitia," sesalnya.

Sementara itu, pihak Polrestabes Surabaya akan segera mengusut tuntas insiden yang memakan banyak korban ini.

 

Loading...

Leave a Comment