HS Bunuh Satu Keluarga Di Bekasi Dengan Linggis. Ini Motifnya Hingga Tega Habisi Nyawa Kerabat Sendiri.

Pelaku pembunuhan satu keluarga di Jalan Bojong Nangka 2, RT 002 RW 07, Kelurahan Jatirahayu, Kecamatan Pondok Melati, Kota Bekasi, Jawa Barat telah berhasil di tangkap oleh Polda Metro Jaya. 

Tersangka berinisial HS ditangkap ketika hendak naik Gunung Guntur di wilayah Garut, Jawa Barat. Ia ditangkap tak lama setelah penemuan salah satu mobil yang diduga milik korban yakni Mobil Nissan Xtrail bernomor polisi B 1075 UOB.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono mengatakan, saat ini HS masih menjalani pemeriksaan intensif. Dalam pemeriksaan, HS mengaku nekat membunuh karena kerap dimarahi.

Loading...

"Sering dimarahi itu saja," kata Argo di Polda Metro Jaya, Jumat (16/11/2018).

Kepada awak media Argo belum menjelaskan secara detail kata-kata apa tepatnya yang membuat ia sakit hati hingga nekat menghabisi nyawa kerabatnya sendiri.

Sebagaimana diketahui, HS masih memiliki hubungan kerabat dengan salah satu korban yakni Maya Ambarita. Bahkan, salah satu barang bukti berupa percakapan di kolom komentas Facebook memperlihatkan HS dan Maya sering berbalas komentar.

HS juga mengaku menghabisi nyawa para korbannya dengan menggunakan linggis. Hingga kini, linggis tersebut masih dicari kepolisian karena dibuang tersangka ke Kalimalang.

"Sampai sekarang belum kita temukan karena dibuang di Kalimalang, dan kemarin penyidik sudah ke sana karena suasan hujan dan deras airnya kita tunda. Itu linggis ya, menurut pengakuan tersangka linggis," pungkas Argo.

Serangkaian alat bukti kuat mengarah kepada HS sebagai pelaku pembunuhan satu keluarga. Sejumlah harta benda milik korban keluarga Gaban Nainggolan, 38, dalam penguasaan HS. Seperti, Mobil Nissan Xtrail berwarna silver, termasuk dua unit HP berada di dalamnya.

"Saat olah TKP mobil, ditemukan bercak darah di pintu, pedal dan di seat belt," ucap Argo.

Seluruh barang bukti itu kini sudah diamankan Polda Metro Jaya untuk dilakukan pengambangan penyelidikan.

Argo menambahkan, nantinya beberapa bercak darah yang terdapat pada sejumlah barang bukti yang dibawa HS, akan dicocokan dengan sampel darah milik korban.

"Barang bukti dan sampel darah akan dicocokkan dengan yang di TKP. Kami menunggu tim labfor untuk menyelidikinya agar bisa dijelaskan secara ilmiah," tutur Argo.

Fakta berikutnya tentang HS yang diungkap polisi adalah HS ternyata seorang pengangguran. Beberapa  saksi juga menuturkan jika HS sering menginap di rumah korban.

"Dia kadang-kadang memang tidur di kos-kosan itu. Pelaku pengangguran," kata Argo.

Namun, sebelumnya Haris bekerja di Cikarang. Saat menganggur itulah, Haris membunuh Gaban Nainggolan dan keluarga di Bekasi.

"Yang bersangkutan sudah tidak bekerja selama tiga bulan. Tadinya kerja di perusahaan di Cikarang," ungkap Argo.

Loading...

Leave a Comment