Dosen Ini Dituntut Mahasiswa Karena Diduga Lakukan Pungli Saat Bimbingan Skripsi. Bukan Uang, Ini Ternyata Yang Dimintanya

Sejumlah mahasiswa tingkat akhir di Universitas Sumatera Utara menuntut dosen pembimbing skripsinya lantaran diduga melakukan pungutan liar terhadap mahasiswa bimbingannya.

 Para mahasiswa tersebut berasal dari satu fakultas yang sama yaitu Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu politik (Fisip) Universitas Sumatera Utara (USU). Mereka menuntut oknum Dosen berinisial NK yang diduga melakukan pungli terhadap mahasiswanya. 

Dilansir dari Tribun Medan pada Senin (21/5/2018) NK kerap meminta sesuatu pada mahasiswa bimbingannya, bukan uang yang dimintanya namun barang tertentu. AS, mahasiswi Program Studi (Prodi) Administrasi Bisnis FISIP USU mengatakan pembimbingnya kerab meminta memberikan barang-barang. 

Loading...

Barang tersebut merupakan buah tangan yang harus sesuai dengan permintaan atau keinginan NK. Tak jarang barang-barang tersebut adalah benda-benda sepele namun sulit didapatkan.

Tak tanggung-tanggung, jika mahasiswanya tak membawakan barang yang sesuai NK tak segan-segan mengurangi atau bahkan tak memberi nilai pada mahasiswanya. Hal ini tentu membuat rugi semua mahasiswa bimbingannya.

Pernah suatu ketika Nk meminta mahasiswa membawakannya 3 macam keripik bawang saat bimbingan skripsi. Namun, karena yang diberikan mahasiswanya tak sesuai ia meminta ganti pada mahasiswanya.

"Tiga macam keripiknya. Namun, karena yang hanya ada tersedia dua macam, terpaksa cuma dua. Keripik bawang pedas dan original, satu lagi roti. Roti Suan's yang kami berikan sebelumnya dia minta ganti karena katanya kurang enak. Terpaksa jugalah kami beli lagi roti yang lain," kata AS, salah satu mahasiswa bimbingannya.

Sama seperti AS, mahasiswi Administrasi Bisnis lainnya yang bernama RF juga mengalami hal serupa. Menurut RF, NK minta bakal kebaya. Dia kemudian membelikannya dengan memakai uang pemberian orang tuanya sebesar Rp 500 ribu.

RF mengaku tak mempermasalahkan hal itu awalnya, ia terpaksa menuruti semua permintaan NK agar ia dapat segera diluluskan.

Selain mahasiswanya, NK juga telah didugat oleh Aliansi Mahasiswa Administrasi Negara Menggungat (Amanat) seperti yang tertulis dalam media kampus Suarausu.co. Tulisan tersebut berjudul, "Amanat Gugat Dosen yang Tidak Kompeten."

Dalam tulisan tersebut, Amanat meminta pimpinan departemen Administrasi Negara agar membebas tugaskan NK karena dianggap tidak kompeten, selain itu ada oknum dosen lain yaitu Prof Marlon Sihombing, yang kinerjanya perlu dievaluasi.

"Sebenarnya bukandua dosen ini aja tapi mereka paling tidak sesuai," kata Koordinator Amanat Deddy Hutapea dikutip dari Suarausu.co.

Deddy juga mengungkapkan jika NK kurang kompeten dalam mengajar di kelas, ia dan teman-temannya menganggap NK terlalu monoton dan hanya terpaku pada jurnal. Menurutnya NK juga kerap meminta mahasiswanya untuk menyediakan air minum di kelas saat jamnya mengajar.

Simak video berikut ini.

Loading...

Leave a Comment