Diprotes Karena Dianggap Lamban Tangani Gempa Dan Stunami Palu, Pasha Ungu Siap Undurkan Diri.

Bantuan dan penanganan bencana gempa dan stunami di Palu dirasa masih minim. Bahkan sebagian warga Palu sampai melakukan protes terhadap kinerja Wali Kota serta Wakilnya yakni Pasha Ungu.

Pasha dianggap lamban dan tak maksimal dalam menangani bencana yang melanda Palu. Menanggapi hal itu Pasha mengungkapkan jika ia siap mundur dari posisi Wakil Wali Kota Palu jika ia gagal mengusahakan pemulihan di kota yang dipimpinnya tersebut.

Dalam Rapat Dengar Pendapat yang digelar pada Rabu (17/10), suami dari Adelia ini menyampaikan ungkapan maafnya karena belum maksimal dalam menjalankan tugasnya.

Loading...

“Saya kira tidak perlulah kita persoalkan dulu Wali Kota turun lah, saya secara pribadi,” kata Pasha.

“Saya tidak atas nama walikota, saya pribadi sebagai Wakil Wali Kota kalau dianggap lalai, tidak mampu, tidak maksimal, tidak ada masalah, saya siap untuk mengundurkan diri, saya siap untuk diturunkan pun tidak masalah.” tambahnya.

Menanggapi hujatan warga yang ditujukan padanya serta Wali Kota Palu, Pasha tampak tegar dan menerimanya.

“Kami tidak peduli dihujat, kami tidak mau pusing dihina sampai dikatakan tidak mampu, saya secara pribadi tanpa membawa unsur-unsur pemerintah berusaha bekerja. Kalau setelah ini, saya (mundur), mungkin Pak Wali seperti apa nanti, bagaimana tanggap beliau, saya belum tahu,” tuturnya.

Ayah dari Keisya Alvaro ini juga menyadari jika hingga saat ini penyebaran bantuan belum merata. Hal ini disebabkan oleh minimnya pasokan bantuan yang datang.

“Apalah artinya saat datang diawal-awal hanya satu truk, kira-kira bagaimana rasanya kalau anda berada disitu. Boleh dikata aparatur pemerintah sudah bekerja untuk memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat, kira-kira seperti apa yang kami harus lakukan,” seru Pasha terbata-bata dan sedih.

“Saya kira itu bukan persoalan, tapi hari ini bagimana kita memberikan pemenuhan jaminan hidup masyarakat kita terkait tuntutan kebutuhan makanan mereka, karena tanggap darurat ini diperpanjang sampai tanggal 26 Oktober,” tutupnya.

Saat rapat tersebut berlangsung banyak warga yang memasuki ruangan sambil membawa spanduk yang menyatakan ketidak percayaan mereka terhadap Wali Kota dan Wakil Wali Kota Palu yang dinilai lamban dalam menangani bencana gempa dan stunami di Palu beberapa waktu lalu.

Loading...

Leave a Comment