Dibully Teman, Bocah 8 Tahun Asal Tanjungbalai Dipaksa Minum Air Seni Dan Dibakar.

Kasus pembullyan marak terjadi di Indonesia akhir-akhir ini. Yang mengejutkan kali ini melibatkan bocah yang jauh dibawah umur.

Seorang bocah berusia 8 tahun asal Tanjungbalai, Sumatera Utara menjadi korban bully yang dilakukan teman sepermainannya.

Korban berinisial AY ini dikabarkan dipaksa meminum air seni pelaku berinisial WA yang berusia 10 tahun. Selain itu, WA juga membakar kaki AY yang mengakibatnya AY mengalami luka bakar 4 persen di tubuhnya.

Loading...

Peristiwa keji itu terjadi saat mereka bermain bersama di seputaran Jalan Mesjid, Kecamatan Datuk Bandar, Tanjungbalai, Selasa (6/11/2018). Belum diketahui alasan perbuatan tak terpuji yang dilakukan WA (10), teman sepermainan korban.

Keluarga korban langsung membawanya ke rumah sakit untuk mendapat perawatan. Selama dua hari, AY dirawat intensif untuk memulihkan kondisi kesehatan dan psikologinya. Dia hanya bisa terbaring lemah dengan kaki kirinya dibalut perban dan sulit bergerak.

Nenek korban, Siti mengungkapkan mendengar kejadian tersebut dari teman-teman korban. Siti juga menuturkan jika selama ini AY meru[akan anak yang cukup pendiam.

“Saya dengar kejadiannya, kalau korban AY tidak mau meminum itu (air seni), maka akan dibakar dengan bensin,” ujar Siti saat berada di RSU Kota Tanjungbalai, Kamis (8/11/2018).

Sementara itu, Ibu korban mengaku tak terima dengan perbuatan WA dan berniat akan melaporkan kejadian tersebut ke Mapolres Tanjungbalai. Mereka memiliki barang bukti dan saksi yang ada di kejadian saat kekerasan tak manusiawi itu terjadi.

Lebih lanjut, kejadian ini kini juga telah ditangani Polres Tanjungbalai. Kapolres Tanjungbalai AKBP Irfan Rifai mengatakan, kondisi AY (8) yang mengalami luka bakar di kaki kiri sudah menunjukkan perkembangan.

Korban kini sudah bisa bercanda dan kembali ceria usai menjalani perawatan selama dua hari di Rumah Sakit Umum (RSU) Kota Tanjungbalai.

Setelah dilakukan penyelidikan, Irfan mendapatkan fakta mengejutkan dari korban. Dia menceritakan korban AY memiliki kebiasan buruk suka meminum bensin. Saat kejadian, korban sedang membawa plastik berisi cairan yang diduga bensin dan bermain bersama teman-teman seumurannya.

“Jadi kami masih selidiki, apakah saat bermain plastik berisi cairan yang diduga bensin jatuh mengenai kaki korban dan ada anak lain yang membawa pemantik atau seperti apa. Yang pasti, di sini tidak ada unsur kesengajaan. Korban juga diketahui punya kebiasan buruk suka minum bensin,” ujarnya, Jumat (9/11/2018).

Irfan menambahkan, berdasarkan keterangan dokter AY menderita luka bakar tingkat 2B yang akan sembuh dalam waktu dekat.

Sementara itu, terkait penanganan kasus ini, pihak kepolisian akan mengenakan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak.

Loading...

Leave a Comment