Curhatan Artis dan Model Cantik Ini Tentang Masa Lalunya Viral. Pernah Stress Sampai Gigiti Jarinya Hingga Berdarah.

Kesuksesan serta ketenaran seseorang terkadang tak luput dari kerja keras serta kisah pilu di masa lalunya. Hal itu juga yang dialami artis serta model cantik, Laura Theux. Dikenal sukses jadi artis serta model, siapa sangka artis ini memiliki kisah masu lalu yang kelam.

Sebelum meraih kesuksesan di Ibu Kota, Laura Theux pernah merasakan pahitnya menjalani hidup hingga membuatnya depresi berat.

Artis cantik berdarah Bali dan Perancis ini sejak kecil harus berjuang bertahan hidup bersama ibunya setelah ayahnya pergi meninggalkan mereka saat usianya baru memasuki 2 tahun.

Loading...

Kisah pilu tentang masa lalu pemeran Beby di serial The East ini, ia tuliskan di akun Facebooknya. Ia bercerita jika ia ditinggal kabur ayahnya. Tak kabur begitu saja, ayahnya juga membawa uang ibunya serta meninggalkan hutang.

"Aku tnggal di jkt sendiri sejak 3 thn lalu. My mom's balinese. My dad is france. My mom is a single parent. Waktu umur 2 tahun(1998) daddyku kabur bawa banyak uang mami dan ninggalin utang. Dan ditahun yg sama mami bangkrut(dollar naik)", tulis Laura.

Kondisi kemudian makin diperparah dengan naiknya kurs dollar sehingga ibunya mengalami kebangkrutan. Ditambah lagi, saat itu ibu Laura sedang mengandung adik Laura. Kondisi itu membuat ibu Laura sempat ingin bunuh diri karena sangat stress.

Namun, ia kembali bangkit dan tersadar saat melihat anak-anaknya. Ia lalu memutuskan untuk kembali berjuang demi Laura dan adik laki-lakinya. Ibunda Laura akhirnya mencari pekerjaan dan berhasil diterima menjadi menejer beberapa restauran dan villa.

"Bisa ga kalian bayangin gmn mami could face the situation wkt itu? Not easy. Right;) 
Ditinggal suami, harus hidupi 2 anak masih kecil dan 1 anak masih dalem kandungan, bangkrut + ditinggalin utang!! Mami pernah hampir bunuh diri wkt itu. Tapi dia berusaha kuat untuk anak2nya. 2 tahun depresi, Akhirnya mami coba bangkit dan cari pekerjaan. Dia diterima menjadi manager di beberapa restaurant dan villa.".

Namun, cobaan kembali datang pada mereka. Adik laki-laki Laura menderita hyperaktif sampai-sampai tak ada satupun babysitter yang sanggup mengurusnya. Ibunda Laurapun akhirnya terpaksa keluar dari pekerjaannya dan memutuskan untuk membuka usaha kecil-kecilan.

"Pas aku umur 5 tahun adikku didiagnose hiperactive(hampir autis) , 12 kali gonta2 babysitter ga ada yg kuat jaga dia. Mamikupun ninggalin semua kerjaan dia dan memutuskan untuk plg ke kampung dan hidup sederhana. Mami blg dia relain semuanya karna kita lebih butuh perhatian. Kita ga punya bapak. Mami sadar dia harus jadi ibu dan bapak sekaligus.".

Di sekolah dasar tempat Laura dan adiknya bersekolah, ibunda Laura membuka kantin. Mereka tinggal di kantin tersebut demi alasan kepraktisan. Namun, saat itu ada seseorang yang tega memfitnah ibu Laura bahwa makanan dikantinnya beracun.

"Karna saking ramenya pas aku kelas 5 SD ibu kepala sekolah pengen beli kantinku tapi ditolak mami karna mami sudah nyaman bisa kerja sambil ngurus anak bukan cuma karna incomenya aja yg gede. Ntah Ibu Kepsek jadi kesel/gmn akhirnya kantinku difitnah. Dia buat pengumuman ke seluruh sekolah (SD, Smp, Sma, Kampus Saraswati) kalau kantinku itu beracun jadi ga ada yang boleh belanja di kantin Laura. Kalo belanja nilai dikurangi/ tdk naik kelas. Padahal ga ada korban dan bukti keracunannya. Seketika kantinku sepi dan kita bangkrut lagi. Motor, mobil semua dijual sampe ga punya kendaraan. Yes!! Ibu Kepsek berhasil.".

Tak hanya itu, Laura juga terkena imbasnya karena dianggap sebagai anak pemilik kantin beracun. Teman-teman Laurapun akhirnya menjauhinya. Kantin milik mereka pun semakin sepi pembeli dan akhirnya bangkrut.

Semua cobaan berat yang tak henti menimpa ia dan keluarganya membuat Laura sempat mengalami depresi berat. Ia mengatakan jika saat itu tangannya sering berkeringat dingin dan gemetar. Laura juga sering tanpa sadar menggigiti jari-jarinya hingga berdarah.

 "Aku depresi berat :') tanganku berair terus, gemeteran dan aku sampe makan tanganku sndiri(tangan ya bukan kuku) sampe berdarah luka2. Ngeliat aku separah itu mamiku ngajak aku ke psikolog. Aku gatau apa hasilnya karna dokter ga bolehin aku tau. Aku masih terlalu dini untuk mengalami hal semacam itu. 
Terimakasih Ibu Kepala sekolahku. Ibu memang wanita yang hebat.".

Merasa anak-anaknya butuh perhatian, ibunda Laura memutuskan memboyong dua anaknya ke kampung. Laura pun melanjutkan SMP disana dan hidup sederhana.

 Memasuki SMP, Laura mulai sering mengikuti berbagai lomba modeling. story telling dan lainnya hingga tingkat provinsi. Karebna tak memiliki kendaraan Laura harus nebeng pamannya.

"Pas Smp aku menjalani hidupku dengan normal dan mulai ikut lomba2 modeling, story telling, dll dan juara sampe ke provinsi. Tapi ada satu pengalaman yg ga bisa aku lupain yaitu setiap hari aku ke sekolah naik 1 motor berlima dibonceng pamanku karna aku ga punya kendaraan. Aku, adikku , dan 2 anak pamanku (Duta dan Anum). Naik motor berplat merah dan aku selalu kebagian duduk di besinya makanya kalo sampe di sekolah pantatku sakit + pegel. Kalo diingat2 lucu juga tapi mengharukan. Hehe oiya smp mami buka restaurant lagi di pantai Kedungu dari situlah pendapatan kita.".

Memasuki SMA, restoran milik ibu Laura digusur adat. Laurapun terpaksa berjualan nasi goreng di sekolahnya secara sembunyi-sembunyi.

"Masuk Sma aku mulai berjualan nasi goreng dikelas. Karna restaurant mami digusur Adat. Jadi aku harus berjualan untuk membantu keuangan keluarga. Tapi sembunyi2 karna takut dimarahi guru. Tiap hari gendong tas ransel yang berat bgt karna isinya nasi goreng semua 40-50 bungkus. Dan 1 tas lagi yang isinya buku. Aku mami dan Khan(adikku) bangun setiap hari jam 3 pagi karna harus nyiapin nasi goreng yang dibawa ke sekolah.".

"Aku ga malu walaupun aku dipanggil bule penjual nasi goreng. Aku membalas dengan tawaan dan senyuman. Masih banyak orang yg hidupnya jauh lebih buruk dari aku. Kelas 2 sma semuanya mulai membaik. Kita punya kendaraan. Mamiku mengajar private basa inggris ke rumah2. Dan aku menang banyak lomba2 nasional seperti teruni bali dll.".

Sejak saat itulah Laura mulai dilirik beberapa PH dan menejemen artis. Karena Laura memang tertarik dengan dunia entertainmen sejak kecil, terutama akting, Laura akhirnya memutuskan untuk pergi ke Jakarta dan hidup mandiri sambil menjalani karirnya. 

Kini Laura telah merasakan manisnya hasil jerih payahnya selama ini. Berbagai judul FTV dan serial TV telah ia bintangi. Setelah selesai memerankan karakter Beby dalam serial The East, kini Laura akan segera bermain dalam sebuah film horor. 

Sukses terus ya Laura...!

 

Sumber: Tribunseleb.com

Loading...

Leave a Comment