Baru Sehari Menikah Dan Belum Sempat Bulan Madu, Pernikahan Bocah Di Bawah Umur Di Kalimantan Akhirnya Dibatalkan.

Pernikahan bocah dibawah umur kembali terjadi di Kalimantan Selatan. Kedua mempelai dalam pernikahan tersebut terbilang masih jauh di bawah umur.

Mempelai pria berinisial A berusia 14 tahun. Sedangkan mempelai wanita inisial I berusia 15 tahun. 

Namun, baru sehari mengucap ijab qabul, pernikahan 2 sepasang bocah ini akhirnya dibatalkan. Alasannya tentu saja karena mereka tidak memenuhi syarat dalam UU Perkawinan, salah satunya belum cukup umur.

Loading...

Pernikahan yang di sahkan Undang-Undang mewajibkan calon mempelai pria harus berusia minimal 19 tahun dan mempelai perempuan minimal 16 tahun.

Pernikahan bocah A dan I dilangsungkan di Kampung Saka, Desa Tungkap, Kecamatan Binuang, Kabupaten Tapin, Kalimantan Selatan pada Kamis (12/07).

Namun belum sempat menikmati indahnya bulan madu, pernikahan bocah ini dibatalkan. Pembatalan nikah dilakukan hanya sehari setelah mengucap ijab kabul.

Pernikahan bocah A dan I diputus tidak sah di Mapolsek Binuang pada Sabtu (14/07) sore. 

Pembatalan nikah dihadiri kedua mempelai, keluarga kedua mempelai, kepala desa, tokoh masyarakat, tokoh agama, polsek Binuang, Polres dan Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Binuang, Ahmad.

Menurut Ahmad, selaku Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Binuang, pernikahan A dan I dipastikan tidak sah karena keduanya masih dibawah umur. 

Begitu juga dengan penghulu yang menikahkan kedua mempelai, juga mengatakan hal yang serupa.

Pernikahan A dan I dinyatakan tidak sah menurut hukum dan menurut agama. Pasalnya, banyak syarat-syarat dalam UU Perkawinan yang belum terpenuhi.

Karena tak bisa berbuat banyak, keluarga kedua mempelaipun akhirnya menerima keputusan itu. Namun, jika mereka tetap menginginkan ada pernikahan maka harus mengajukan dispensasi ke Pengadilan Agama.

“Keluarga mempelai silakan buka sidang di pengadilan agama, kalau mungkin bisa dapat pengecualian pernikahan dini tersebut,” ucap Kepala KUA Binuang, Ahmad seperti dilansir Harian Riau melalui Banjarmasin Pos.

Kisah cinta A dan I sendiri rupanya bermula dari pertemuan mereka di pasar malam. Setelah berkenalan dan akhirnya saling suka, keduanya memutuskan untuk melangsungkan pernikahan dengan maksud menjauhi zina.

 

Sumber:MANAberita.com

Loading...

Leave a Comment