Bangkai KM Sinar Bangun Ditemukan, Tim SAR Temukan Sosok Ini Didalamnya.

Setelah beberapa hari pencarian, akhirnya bangkai KM (Kapal Motor) Sinar Bangun yang tenggelam di dasar Danau Toba berhasil ditemukan.

Melansir Okezone, berdasarkan hasil Remotely Operated Underwater Vehicle (ROV) memperlihatkan ada sejumlah korban yang terjebak dalam puing-puing bangkai kapal di kedalaman 450 meter.

Kepala Badan SAR Nasional (Basarnas) Marsekal Madya TNI M Syaugi menyampaikan, adanya ROV sangat membantu kerja para petugas dan Tim SAR dalam pencarian bangkai kapal dan para korban hilang.

Loading...

Dengan menggunakan ROV, akhirnya bangkai kapal yang tenggelam serta para korban yang masih terjebak di dalamnya akhirnya dapat ditemukan. ROV dapat mendeteksi dengan jelas letak puing-puing kapal serta beberapa jasad korban yang terjebak di dalamnya.

“Ada disana terlihat jasad ibu-ibu dan beberapa, ada anak kecil juga. ROV ini bisa mempoto, bergerak sendiri, naik sendiri, geser sendiri,” kata Syaugi.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua (Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) Soerjanto Tjahjo menjelaskan kenapa jasad-jasad korban tersebut tidak mengapung ke permukaan laut.

Hal itu dikarenakan, temperatur Danau Toba sangat dingin terlebih di kedalaman 450 meter. Sehingga jasad-jasad korban yang tenggelam akan membusuk lebih lama.

“Kalau termperaturnya dingin di dasar Danau Toba, itu seperti kita menaruh makan di kulkas jadi reaksi pembusukannya itu lambat,” terangnya.

KM Sinar Bangun dilaporkan tenggelam pada Senin 18 Juni sekira pukul 17.30 WIB, di perairan Danau Toba, antara Kecamatan Simanindo, Kabupaten Samosir dengan Desa Tigaras, Kecamatan Dolok Pardamean, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara.

Penyebab tenggelamnya kapal ini diduga kuat akibat pelanggaran aturan berlayar. KM Sinar bangun diketahui tidak memiliki manifes penumpang dan juga tidak memiliki pelampung cukup sebagai standart keselamatan penumpang.

Selain itu, KM Sinar Bangun juga mengangkut terlalu banyak penumpang jauh melebihi kapsitas yang seharusnya. Saat itu KM Sinar Bangun mengangkut 200 penumpang, sedangkan batas maksimal semestinya adalah 45 orang sudah termasuk awak kapal.

 

Sumber:MANAberita.com

Loading...

Leave a Comment